Ke Depannya

Setiap orang pasti pernah memikirkan, sebenarnya kita nanti bakalan bekerja jadi apa? Buat yang sudah tahu pasti mau jadi apa, selamat… Buat yang masih berbayang-bayang tertutup awan, Anda tidak sendirian.

Passion saya bisa dikatakan terlalu banyak. Rasanya curiosity saya selalu berlebihan, saya terlalu menyukai banyak hal yang menyalakan api semangat di kedua mata. Batang koreknya tidak habis-habis.

Sejak tahun lalu saya merasakan lagi makanan yang sudah pernah saya makan tapi dikubur, dan sudah jadi asinan. Rasanya masih nikmat, dan saya kecanduan. Pikiran gila sudah mulai merasuki diri tentang mau ‘mengabdi’ terhadapnya.

Ya, saya tergila-gila dengan menyanyi.

Menemukan sesuatu yang kau tahu dapat kau lakukan dan kau jalani sepenuh hati, padahal sebelumnya sudah yakin atas pilihanmu dan kesanggupan atas pilihan, itu rasanya bener-bener menyakitkan. Rasanya seperti menemukan orang kedua… layaknya kutipan: if you love two people, choose the second one because if you really loved the first one, you wouldn’t fall for the first one. Siapa yang setuju? Secara pribadi, sih, kurang setuju.

Rasanya benar-benar menyenangkan dan bisa sepenuh hati, saya mau belajar dengan penuh keniatan, selama itu tentang bernyanyi dalam paduan suara. Beruntung, punya mama yang open minded sekali-hal seperti ini terdengar sama dengan pembicaraan anak tk-sd polos tentang cita-cita…yang seharusnya sih kalau umur segini utk ngomongin, gak akan digubris—tapi nyokap mendukung aja, asal jelas track larinya.

I’m trying to figure it out, mom. I guess the answer is within me—it just takes time.

What about you, do you have a certain passion that’s buried underneath your current choices and beliefs? It’d be nice if you share it with me ;)